Minggu, 20 Mei 2012

Menikahi Wanita yang Sudah Bersuami

Menikahi Wanita yang Sudah Bersuami


Menikahi Wanita yang Sudah Bersuami

Posted: 20 May 2012 01:58 PM PDT

Hukum Poliandri

Hukum Menikahi Wanita yang Sudah Bersuami

PERTANYAAN
assalamualaikum wr wb
saya seorang laki2 usia 30th dah dikaruniai satu org anak...
saya mau konsultasi atas rumah tangga saya,usia pernikahan kami baru satu tahun berjalan,istri saya berusia 23tahun.
hubungan pernikahan kami saat ini sedang renggang karena sikap istri saya yang tidak pernah menghargai saya sbg suami

saya mau cerita dari awal,ternyata selama ini saya dibohongin istri saya..karena disuatu waktu saya baru mengetahui klo sebelum saya menikah istri saya sudah menikah siri dgn laki2 lain..dan sejak saat itu istri saya sering minta cerai berharap bisa menikah resmi dgn laki2 tersebut. tetapi org tua istri saya tdk pernah merestui mereka.,dan sampe saat ini mereka msh berhubungan bahkan terang2an didepan saya.

pertanyaan pertama : apakah pernikahan siri mereka sah dikarenakan pernikahan itu tidak ada wali dari pihak istri
pertanyaan kedua : apakah saya masih jadi suami sah istri saya, dikarenakan sebelum kami menikah istri saya masih berstatus istri siri laki2 tersebut
pertanyaan ketiga : apakah saya salah klo saya tidak menceraikan istri saya karena saya msh sayang istri saya dan berharap rmh tangga kami harmonis kembali
pertanyaan keempat: apakah ada doa khusus buat istri saya biar dia kembali kejalan yang benar

mohon dibantu untuk permasalahan saya dan sebelumnya saya ucapkan trima kasih
Fjr

JAWABAN

Jawaban pertanyaan ke-1: Dari sudut pandang syariah, pernikahan siri sama dengan pernikahan resmi artinya sah tidaknya tergantung apakah syarat-syarat pernikahan sudah terpenuhi. Antara lain pernikahan bisa sah kalau dinikahkan oleh wali pihak perempuan atau wali hakim apabila wali yang berhak tidak menyetujui. Tentang wali hakim, lihat detailnya di sini.

Jawaban pertanyaan ke-2: Jikah perkawinan sebelumnya sah dan belum bercerai dengan suami pertama, maka perkawinan kedua--yaitu dengan Anda-- menjadi batal.

Jawaban pertanyaan ke-3: Sikap Anda salah. Kalau betul dia berstatus sebagai istri orang, maka Anda wajib menceraikannya. Kalau pun Anda tidak mau menceraikan status nikah tetap batal dan disebut pernikahan haram. Dan hubungan intim yang terjadi selanjutnya adalah hubungan zina dan dosa besar.

Jawaban pertanyaan ke-4: Karena dia menikah lebih dulu dengan pria lain, maka Anda tidak berhak lagi menyebutnya sebagai istri Anda. Satu-satunya cara agar dia kembali ke jalan yang benar adalah: ceraikan dia agar dia tidak lagi melakukan praktik poliandri yang dilarang dalam Islam.


Hukum Jimat dan Ruqyah dalam Islam

Posted: 20 May 2012 01:24 PM PDT

Hukum Jimat Ayat Al-Quran

Bagaimana hukumnya memiliki jimat ayat suci Al-Quran dan hukum ruqyah (Jawa, suwuk) atau mantra, jampi.

DAFTAR ISI
  1. Ruqyah (Mantra)
    1. Definisi Ruqyah (Mantra)
    2. Dalil Ruqyah (Mantra)
    3. Hukum Ruqyah (Mantra)
    4. Bacaan Ruqyah (Mantra)
  2. Jimat (Tamimah)
    1. Definisi Jimat (Tamimah)
    2. Dalil Jimat (Tamimah)
    3. Hukum Jimat (Tamimah)

PERTANYAAN

Pak ustaz,
Saya mau bertanya sedikit.
Saya ketukang urut karena tangan saya sakit.
Waktu saya datang ia bilang ada benda gaib ditangan saya.
Malamnya ia keluarkan benda seperti tali rotan kecil diameter 1mm dari telur yg dilempar.
Di internet saya pelajari telur yg direndam cuka kulitnya jadi lembek
Saya tidak pasti apakah benda itu disembunyikan atau memang ada dalam telur

Ia bilang saya perlu pendinding. Ia tawarkan ikat pinggang yg ada ayat suci.
Saya menolak karna takut mendekati syirik. Dalam artian saya takut lebih percaya benda daripada langsung ke Allah.
Ia marah besar.
Tujuan awal saya datangkan bukan minta jimat tapi urut.
Bagaimana hukumnya memiliki jimat ayat suci

trimakasih
NBC

JAWABAN

Anda sudah mengambil langkah yang benar ketika menolak untuk membeli jimat dari orang tersebut. Karena ada kemungkinan itu salah satu modus penipuan untuk mendapatkan uang dari Anda. Jawaban lengkap lihat uraian di bawah.


RUQYAH (MANTRA/JAMPI)

Menurut ulama, ruqyah islami (syar'i) harus memenuhi 3 (tiga) syarat:

1. Bacaan yang dibaca berasal dari Al-Quran atau dari hadits.
2. Harus memakai bahasa Arab, kecuali bagi yang tidak bisa.
3. Harus meyakini bahwa ruqyah tidak ada pengaruhnya tanpa kuasa Allah.


DEFINISI RUQYAH

Ruqyah adalah bacaan-bacaan yang diambil dari Al-Quran atau hadits yang digunakan untuk tujuan pengobatan, perlindungan diri dari gangguan jin dan setan serta untuk mencapai apa yang diinginkan baik perkara dunia atau akhirat.

Ruqyah berfungsi sebagai tawassul (perantara) untuk meminta sesuatu kepada Allah.


DALIL DASAR RUQYAH
Adapun dasar bolehnya Al-Quran untuk tawassul meminta sesuatu atau meminta kesembuhan penyakit sebagai berikut:

1. Hadits sahih riwayat Ahmad dari Imron bin Hushain, Nabi bersabda:

اقرؤوا القرآن وسلوا الله به قبل أن يأتي قوم يقرءون القرآن فيسألون به الناس
Artinya: Bacalah Al-Quran dan bertawassul-lah pada Allah dengan bacaan tersebut sebelum suatu kaum datang membaca Al Quran dan meminta pada manusia.

Maksudnya: boleh bertawassul kepada Allah dengan perantaraan baca Al-Quran, tidak boleh kepada sesama makhluk.

2. Hadits sahih riwayat Tirmidzi dari Imran bin Hushain Nabi bersabda:

من قرأ القرآن فليسأل الله به، فإنه سيجيء أقوام يقرءون القرآن يسألون به الناس
Artinya: Barangsiapa membaca Quran, maka mintalah pada Allah dengan bacaan tersebut. Akan datang beberapa kaum yang membaca Al-Quran kemudian meminta pada manusia dengan bacaannya itu.

Al-Mubarakpuri dalam kitab Tuhfadzul Ahwadzi menafsiri hadits di atas sebagai berikut:

فليسأل الله به أي فليطلب من الله تعالى بالقرآن ما شاء من أمور الدنيا والآخرة، أو المراد أنه إذا مر بآية رحمة فليسألها من الله تعالى، وإما أن يدعو الله عقيب القراءة بالأدعية المأثورة
Artinya: Dengan bacaan Quran-nya itu seseorang hendaknya meminta pada Allah apapun yang dia mau baik perkara dunia atau akhirat.

3. QS Al-Isra' 17:82

وَنُنَزِّلُ مِنَ الْقُرْآنِ مَا هُوَ شِفَاءٌ وَرَحْمَةٌ لِلْمُؤْمِنِينَ
Artinya: Dan Kami turunkan dari Al Quran suatu yang menjadi penawar dan rahmat bagi orang-orang yang beriman.

4. Hadits sahih riwayat Ibnu Hibban dari Aisyah

عن عائشة رضي الله عنها أن رسول الله صلى الله عليه وسلم دخل عليها وامرأة تعالجها أو ترقيها فقال: عالجيها بكتاب الله
Artinya: Dari Aisyah, bahwasanya Rasulullah suatu hari masuk ke rumahnya di mana seorang perempuan sedang mengoabati atau memberinya jampi-jampi (ruqyah). Nabi bersabda: "Obati dia dengan Al Quran."

5. Ibnu Muflih dalam kitabnya Al-Adabisy Syar'iyah menceritakan tentang kisah Shalih bin Ahmad putra Imam Ahmad bin Hanbal demikian:

ربما اعتللت فيأخذ أبي قدحاً فيه ماء، فيقرأ عليه، ويقول لي: اشرب منه، واغسل وجهك ويديك. ونقل عبد الله أنه رأى أباه (يعني أحمد بن حنبل) يعوذ في الماء، ويقرأ عليه ويشربه، ويصب على نفسه منه
Arti kesimpulan: Suau saat ketika saya sakit, ayah saya--yaitu Ahmad bin Hanbali, pendiri madzhab Hanbali--mengambil sewadah air kemudian membaca ayat Al-Quran di atas wadah itu dan berkata pada saya: "Minumlah dan basuhlah wajah dan kedua tanganmu. Menurut Abdullah, dia pernah melihat ayahnya --yaitu Ahmad bin Hanbal-- mengambil air memohon perlindungan pada Allah kemudian membaca Al-Quran, kemudian meminum air itu dan mengalirkan air itu pad` dirinya.

6. Hadits sahih riwayat Muslim: لا بأس بالرقى ما لم تكن شركاً
Artinya: Ruqyah itu boleh asal tidak mengandung syirik.


HUKUM RUQYAH

Ulama sepakat atas bolehnya ruqyah islami (yang sesuai syariah) yang sesuai dengan ketentuan di atas berdasarkan dalil-dalil yang sudah dipaparkan di muka.


BACAAN RUQYAH

Beberapa bacaan ruqyah dan manfaatnya yang berasal tuntunan Nabi Muhammad antara lain sebagai berikut:

1. Surat Al-Fatihah untuk penyembuhan orang sakit.
2. Berdasar hadits riwayat Bukhari, untuk menyembuhkan orang sakit, baca bacaan berikut:

بسم الله أُرْقِيكَ ِمن كُل شيء يُؤذِيك، وَمِن شَر كل نفس أو عين حاسد الله يشفيك، بسم الله أرقيك
Jika ada keluhan sakit di salah satu badannya, letakkan tangan si sakit pada tempat yang sakit dan baca: Bismillah 3x kemudian baca bacaan berikut 7x (berdasar hadits riwayat Muslim):

أعوذ بعزة الله وقدرته من شر ما أجد وأحاذر
Ruqyah dapat mengobati gangguan jin atau sihir dan penyakit fisik biasa.

3. Bacaan yang dapat melindungi seseorang dari sihir dan berbagai gangguan lain adalah:
- Ayat Kursi, Surat Al-Ikhlas, Surat An-Nas, Surat Al-Falaq -> baca setiap selesai shalat 5 waktu dan menjelang akan tidur.
- 2 ayat terakhir dari surat Al-Baqarah yaitu ayat 285 dan ayat 286 dibaca setiap malam. ِAyatnya sbb:

آمَنَ الرَّسُولُ بِمَا أُنزِلَ إِلَيْهِ مِنْ رَبِّهِ وَالْمُؤْمِنُونَ كُلٌّ آمَنَ بِاللَّهِ وَمَلائِكَتِهِ وَكُتُبِهِ وَرُسُلِهِ لا نُفَرِّقُ بَيْنَ أَحَدٍ مِنْ رُسُلِهِ وَقَالُوا سَمِعْنَا وَأَطَعْنَا غُفْرَانَكَ رَبَّنَا وَإِلَيْكَ الْمَصِي
لَا يُكَلِّفُ اللَّهُ نَفْسًا إِلَّا وُسْعَهَا لَهَا مَا كَسَبَتْ وَعَلَيْهَا مَا اكْتَسَبَتْ رَبَّنَا لَا تُؤَاخِذْنَا إِنْ نَسِينَا أَوْ أَخْطَأْنَا رَبَّنَا وَلَا تَحْمِلْ عَلَيْنَا إِصْرًا كَمَا حَمَلْتَهُ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِنَا رَبَّنَا وَلَا تُحَمِّلْنَا مَا لَا طَاقَةَ لَنَا بِهِ وَاعْفُ عَنَّا وَاغْفِرْ لَنَا وَارْحَمْنَا أَنْتَ مَوْلَانَا فَانْصُرْنَا عَلَى الْقَوْمِ الْكَافِرِينَ


JIMAT (TAMIMAH)

Ulama sepakat atas bolehnya ruqyah syar'iyah (islami). Tidak demikian halnya dengan jimat (tamimah). Tidak sedikit yang menghramkannya, terutama ulama Wahabi.

Madzhab Hanafi membagi jimat menjadi dua yaitu tamimah dan ma'adzah. Tamimah adalah jimat jahiliyah sedang ma'adzah adalah jimat yang berisi ayat Al-Quran, nama-nama Allah, dll.


DEFINISI JIMAT (TAMIMAH)

Jimat (Arab, tamimah تميمة) dalam tradisi Arab jahiliyah adalah sesuatu yang digantungkan pada leher anak yang berupa manik-manik, tulang belulang, dll yang bertujua untuk tolak bala (ما يعلق على الأولاد من خرزات وعظام ونحو ذلك لدفع العين)".

Apabila jimat itu berupa ayat suci Al-Quran, maka terdapat perbedaan pandangan di kalangan ulama. Antara yang mengharamkan dan yang menghalalkan. Menurut madzhab Hanafi, jimat yang berisi ayat Al-Quran disebut ma'adzah.


DALIL JIMAT (TAMIMAH)

Dalil yang mengharamkan jimat (tamimah):

1. Hadits riwayat Ahmad
من علق تميمة فقد أشرك
Artinya: Barangsiapa yang menggantung/memakai jimat maka dia telah berbuat syirik

2. Hadits riwayat Ahmad, Abu Dawud, Al-Hakim: إن الرقى والتمائم والتولة شرك
Artinya: Sesungguhnya ruqyah (yang berisi doa terhadap selain Allah), jimat, dan pelet pengasih adalah syirik.


HUKUM JIMAT (TAMIMAH)

Seperti disinggung di muka, ada dua macam jimat. Yaitu jimat jahiliyah dan jimat syar'iyah. Jimat jahiliyah sudah jelas keharamannya secara mutlak. Perbedaan pendapat terjadi apda jimat syar'iyah atau jimat yang berisi ayat Quran, bacaan dzikir atau doa-doa.

Adapun jimat yang berisi ayat-ayat Al-Quran, atau dzikir atau doa-doa dan digantung di leher, maka ulama berbeda pendapat. Pendapat yang mengharamkan jimat--walaupun berisi ayat Al-Quran-- antara lain kalangan ulama Wahabi yang mengikuti pendapat Ibnu Arabi dalam kitab Aridhah Al-Ahwadzi.

Sedangkan mayoritas ulama (jumhur) termasuk madzhab yang empat yaitu Maliki, Hanafi, Syafi'i dan Hanbali membolehkannya. Baik jimat itu digantung di leher atau tidak dipakai. Sedang sebagian lagi, termasuk Ibnu Mas'ud, memakruhkannya.

Beberapa dalil pandangan ulama sebagai berikut:

1. Madzhab Hanafi membolehkan jimat yang digantung di leher yang berisi ayat Quran, doa atau dzikir. Al-Matrazi Al-Hanafi dalam kitab Al-Maghrib mengatakan:

قال القتبي: وبعضهم يتوهم أن المعاذات هي التمائم, وليس كذلك إنما التميمة هي الخرزة, ولا بأس بالمعاذات إذا كتب فيها القرآن أو أسماء الله عز وجل
Artinya: Al-Qutbi mengatakan bahwa ma'adzat (pengobatan) adalah tamimah (jimat jahiliyah). Padahal bukan. Karena tamimah itu dibuat dari manik. Ma'adzah tidak apa-apa asalkan yang ditulis di dalamnya adalah Al-Quran atau nama-nama Allah.

2. Madzhab Maliki berpendapat boleh. Abdul Bar dalam At-Tamhid XVI/171 menyatakan:

وقد قال مالك رحمه الله : لا بأس بتعليق الكتب التي فيها أسماء الله عز وجل على أعناق المرضى على وجه التبرك بها إذا لم يرد معلقها بتعليقها مدافعة العين, وهذا معناه قبل أن ينزل به شيء من العين ولو نزل به شيء من العين جاز الرقي عند مالك وتعليق الكتب)
Artinya: Malik berkata: Boleh menggantungkan kitab yang mengandung nama-nama Allah pada leher orang yang sakit untuk tabarruk (mendapat berkah) asal menggantungkannya tidak dimaksudkan untuk mencegah bala/penyakit. Ini sebelum turunnya bala/penyakit. Apabila terjadi bala, maka boleh melakukan ruqyah dan menggantungkan tulisan di leher.

3. Madzhab Syafi'i berpendapat boleh. Imam Nawawi dalam kitab Al-Majmuk Syarhul Muhadzab IX/77 menyatakan:

روى البيهقي بإسناد صحيح عن سعيد بن المسيب أنه كان يأمر بتعليق القرآن , وقال : لا بأس به , قال البيهقي: هذا كله راجع إلى ما قلنا: إنه إن رقى بما لا يعرف, أو على ما كانت عليه الجاهلية من إضافة العافية إلى الرقى لم يجز وإن رقى بكتاب الله آو بما يعرف من ذكر الله تعالى متبركا به وهو يرى نزول الشفاء من الله تعالى لا بأس به والله تعالى أعلم
Artinya: Baihaqi meriwayatkan hadits dengan sanad yang sahih dari Said bin Musayyab bahwa Said memerintahkan untuk menggantungkan Quran dan mengatakan "Tidak apa-apa". Baihaqi berkata: Ini semua kembali pada apa yang kita katakan: Bahwasanya apabila ruqyah (pengobatan) dilakukan dengan sesuatu yang tidak diketahui atau dengan cara jahiliyah maka tidak boleh. Apabila ruqyah dilakukan dengan memakai Al-Quran atau dengan sesuatu yang dikenal seperti dzikir pada Allah dengan mengharap berkahnya dzikir dan berkeyakinan bahwa penyembuhan berasal dari Allah maka tidak apa-apa.

4. Madzhab Hanbali (madzhab fiqh-nya kalangan Wahabi) berpendapat boleh. Al-Mardawi dalam kitab Tash-hihul Furu' II/173 menyatakan:

( قال في آداب الرعاية : ويكره تعليق التمائم ونحوها, ويباح تعليق قلادة فيها قرآن أو ذكر غيره , نص عليه , وكذا التعاويذ , ويجوز أن يكتب القرآن أو ذكر غيره بالعربية , ويعلق على مريض , ( وحامل ) , وفي إناء ثم يسقيان منه ويرقى من ذلك وغيره بما ورد من قرآن وذكر ودعاء
Artinya: Dalam kitab Adabur Ri'ayah dikatakan: Hukumnya makruh menggantungkan tamimah dan semacamnya. Dan boleh menggantungkan/memakai kalung yang berisi ayat Quran, dzikir, dll. Begitu juga pengobatan. Juga boleh menulis ayat Quran dan dzikir dengan bahasa Arab dan digantungkan di leher yang sakit atau wanita hamil. Dan (boleh dengan) diletakkan di wadah berisi air kemudian airnya diminum dan dibuat pengobatan (ruqyah) dengan sesuatu yang berasal dari Quran, dzikir atau do'a.


0 komentar:

Poskan Komentar