Kamis, 07 Juni 2012

Ditipu Kolega, Banyak Hutang dan Cara Menyucikan Diri

Ditipu Kolega, Banyak Hutang dan Cara Menyucikan Diri


Ditipu Kolega, Banyak Hutang dan Cara Menyucikan Diri

Posted: 07 Jun 2012 06:21 PM PDT

Ditipu Kolega, Banyak Hutang dan Cara Menyucikan Diri

Kami mendapat cobaan suami saya ditipu oleh rekan kerjanya yang akhirnya membuat kami banyak terlilit hutang. Saat ini suami saya dibawa ke pelabuhan ratu dan nanti katanya mau dibawa ke gunung, biar nanti usahanya lancar. B

DAFTAR ISI
  1. Dalil dan Sebab Datangnya Musibah
    1. Kesalahan dan Kelalaian Manusia
    2. Sebagai Ujian Atas Keimanan dan Kesabaran
    3. Untuk Mengangkat Derajat dan Kualitas Seseorang
  2. Cara Menyikapi Musibah

PERTANYAAN

Assalamualaikum.wr.wb.

YTH Pengasuh Konsultasi Islam

Sebelumnya saya mau perkenalkan diri dulu, saya RM dari Jambi. Saya saat ini sangat bingung. Suami saya seorang pengusaha, tapi sejak 2 tahun yang lalu ini kami mendapat cobaan suami saya ditipu oleh rekan kerjanya yang akhirnya membuat kami banyak terlilit hutang sehingga kami harus menjual aset2 kami. Suami saya banyak mendapat pertolongan dari teman2nya mulai dari dukun, orang pintar dsbnya. Katanya suami saya ini banyak dikirim sihir dari orang2 yang mungkin tidak suka atas keberhasilan suami saya Terakhir suami saya mendapat bantuan dari tmannya, saya sangat bersyukur karna bantuan yang terakhir ini suami saya sudah mulai mendekatkan diri kpd Allah, suami saya rajin shalat
dan mengaji.

Tapi yang mennganjal dihati saya sekarang suami saya mendapat bantuan lagi dr oomnya, tp saya tidak merasa sesuai dengan caranya. Saat ini suami saya dibawa ke pelabuhan ratu dan nanti katanya mau dibawa ke gunung, biar nanti usahanya lancar. Kata suami saya dirinya lagi dibersihkan, kemudian suami saya bilang nanti diri saya lg yang mau
dibersihkan. Hati saya sangat menolak sebenarnya, tapi suami saya memaksa,

1. Apa yang harus saya lakukan pak?

Terima kasih sebelumnya Pak

Wassalam.
RI

JAWABAN

DALIL DAN SEBAB MUSIBAH YANG MENIMPA

Apabila seorang atau sebuah keluarga tertimpa musibah, maka banyak faktor yang dapat menjadi penyebabnya dan hikmah yang menjadi tujuannya seperti yang disebut dalam ayat-ayat di bawah:

KARENA KESALAHAN DAN KELALAIAN MANUSIA ITU SENDIRI

1. Dalam QS Asy-Syura 26:30 disebutkan bahwa penyebab suatu musibah yang terjadi adalah karena kesalahan dan kelalaian manusia itu sendiri.

وَمَا أَصَابَكُمْ مِنْ مُصِيبَةٍ فَبِمَا كَسَبَتْ أَيْدِيكُمْ وَيَعْفُو عَنْ كَثِيرٍ
Artinya: Dan apa saja musibah yang menimpa kamu maka adalah disebabkan oleh perbuatan tanganmu sendiri, dan Allah memaafkan sebagian besar (dari kesalahan-kesalahanmu).

2. Dalam QS Ar-Rum 30:41 mirip dengan no.1 bahwa kesalahan manusia menjadi penyebab terjadinya musibah

ظَهَرَ الْفَسَادُ فِي الْبَرِّ وَالْبَحْرِ بِمَا كَسَبَتْ أَيْدِي النَّاسِ لِيُذِيقَهُمْ بَعْضَ الَّذِي عَمِلُوا لَعَلَّهُمْ يَرْجِعُونَ
Artinya: Telah nampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusia, supaya Allah merasakan kepada mereka sebahagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar).

3. QS Ali Imron 3:165 sama dengan no. 1 dan 2 bahwa musibah terjadi akibat logis dari kesalahan manusia

أَوَلَمَّا أَصَابَتْكُمْ مُصِيبَةٌ قَدْ أَصَبْتُمْ مِثْلَيْهَا قُلْتُمْ أَنَّى هَذَا قُلْ هُوَ مِنْ عِنْدِ أَنْفُسِكُمْ إِنَّ اللَّهَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ
Artinya: Dan mengapa ketika kamu ditimpa musibah (pada peperangan Uhud), padahal kamu telah menimpakan kekalahan dua kali lipat kepada musuh-musuhmu (pada peperangan Badar), kamu berkata: "Darimana datangnya (kekalahan) ini?" Katakanlah: "Itu dari (kesalahan) dirimu sendiri". Sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.

SEBAGAI UJIAN ATAS KEIMANAN DAN KESABARAN

Kalau manajemen usaha sudah sangat rapi, dan tidak ada kesalahan yang dilakukan, maka musibah itu datang sebagai ujian atas kesabaran dan keimanan kita. Apakah dengan ujian yang datang kita bertambah dekat pada Allah atau malah bertambah jauh.

4. Dalam QS Al-Baqarah 2:155, 156, 157 dinyatakan bahwa musibah bisa saja bukan karena kesalahan seseorang yang tertimpa musibah. Ia bisa jadi sebagai ujian atas keimanan dan kesabaran seorang muslim.

وَلَنَبْلُوَنَّكُمْ بِشَيْءٍ مِنَ الْخَوْفِ وَالْجُوعِ وَنَقْصٍ مِنَ الْأَمْوَالِ وَالْأَنْفُسِ وَالثَّمَرَاتِ وَبَشِّرِ الصَّابِرِينَ

الَّذِينَ إِذَا أَصَابَتْهُمْ مُصِيبَةٌ قَالُوا إِنَّا لِلَّهِ وَإِنَّا إِلَيْهِ رَاجِعُونَ

أُولَئِكَ عَلَيْهِمْ صَلَوَاتٌ مِنْ رَبِّهِمْ وَرَحْمَةٌ وَأُولَئِكَ هُمُ الْمُهْتَدُونَ

Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar.

(yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka mengucapkan: "Inna lillaahi wa innaa ilaihi raaji'uun".

Mereka itulah yang mendapat keberkatan yang sempurna dan rahmat dari Tuhan mereka dan mereka itulah orang-orang yang mendapat petunjuk.

5. Dalam QS Muhammad 47:31 sama dengan no. 4 yaitu bahwa cobaan datang sebagai ujian ketahanan mental dan kesabaran

وَلَنَبْلُوَنَّكُمْ حَتَّى نَعْلَمَ الْمُجَاهِدِينَ مِنْكُمْ وَالصَّابِرِينَ وَنَبْلُوَ أَخْبَارَكُمْ
Artinya: Dan sesungguhnya Kami benar-benar akan menguji kamu agar Kami mengetahui orang-orang yang berjihad dan bersabar di antara kamu, dan agar Kami menyatakan (baik buruknya) hal ihwalmu.

UNTUK MENINGKATKAN DERAJAT/KUALITAS SESEORANG

Nabi dan Rasul yang sangat solih juga mendapat musibah. Malah musibah mereka lebih berat dari manusia lain. Itu adalah bagian proses menuju peningkatan kualitas diri. Kualitas iman dan pribadi.

6. Dalam QS Al-An'am 6:34 disebutkan adanya musibah untuk meningkatkan derajat seseorang apabila dia bersabar seperti yang terjadi pada para Nabi dan Rasul.

وَلَقَدْ كُذِّبَتْ رُسُلٌ مِنْ قَبْلِكَ فَصَبَرُوا عَلَى مَا كُذِّبُوا وَأُوذُوا حَتَّى أَتَاهُمْ نَصْرُنَا وَلَا مُبَدِّلَ لِكَلِمَاتِ اللَّهِ وَلَقَدْ جَاءَكَ مِنْ نَبَإِ الْمُرْسَلِينَ
Artinya: Dan sesungguhnya telah didustakan (pula) rasul-rasul sebelum kamu, akan tetapi mereka sabar terhadap pendustaan dan penganiayaan (yang dilakukan) terhadap mereka, sampai datang pertolongan Allah kepada mereka. Tak ada seorangpun yang dapat merubah kalimat-kalimat (janji-janji) Allah. Dan sesungguhnya telah datang kepadamu sebahagian dari berita rasul-rasul itu.

Dalam sebuah hadits riwayat Ad-Darimi disebutkan bahwa orang yang paling banyak ditimpa musibah adalah para Nabi dan Rasul. Teks hadits sebagai berikut:

سُئِلَ النبي صلى الله عليه وسلم: أَيُّ الناس أَشَدُّ بَلَاءً ؟. (قال: الْأَنْبِيَاءُ، ثُمَّ الْأَمْثَلُ، فَالْأَمْثَلُ، يُبْتَلَى الرَّجُلُ على حَسَبِ دِينِهِ

Dari penjelasan dalil-dalil Al-Quran di atas, dapat disimpulkan bahwa suatu musibah yang terjadi itu disebabkan oleh salah satu dari 3 (tiga) faktor:

Pertama. Akibat dari kesalahan yang dilakukan manusia itu sendiri, maka musibah sebagai siksaan baginya. Kesalahan itu umumnya kesalahan-kesalahan logis yang dilakukan. Dalam soal ditipu rekan kerja, penyebabnya jelas berkait dengan mismajemen alias salah urus perusahaan.
Kedua, Ujian, maka ia berfungsi sebagai proses cobaan menuju penyucian diri.
Ketiga, Mengangkat derajatnya, apabila sabar maka ia akan tambahan pahala.

BAGAIMANA MENGHADAPI MUSIBAH

Dari uraian di atas, maka dapat disimpulkan bahwa tidak ada penyebab tunggal atas terjadinya suatu musibah. Baik musibah finansial, musibah kematian atau musibah bencana alam.

Musibah yang menimpa suami dan Anda tentunya dapat dilihat dari salah satu dari ketiga sebab di atas atau ketiga-tiganya. Tentu suami dan yang lebih tahu.

Namun, dari pengamatan sepintas dapat saya simpulkan karena faktor pertama yakni karena kesalahan mismanajemen perusahaan. Sehingga hal ini memberikah celah bagi kolega suami Anda untuk melakukan penipuan.

Apa yang harus dilakukan suami Anda saat tertimpa musibah seperti ini adalah sebagai berikut:
(a) Belajar dari kesalahan, dan jangan mengulangi kesalahan serupa di kemudian hari. Jangan membuat celah sehingga membiarkan orang jahat mendapat kesempatan melakukan aksi jahatnya.
(b) Kalau memang ada dosa besar yang pernah dilakukan, bertaubatlah dengan taubat nasuha. Dosa bukan hanya melakukan perbuatan yang dilarang Allah, tapi juga termasuk meninggalkan perintah Allah.
(c) Melakukan penyucian diri ala hindu bukanlah cara islami yang disyariatkan Islam. Alih-alih menyucikan, ini malah akan menambah dosa baru suami dan Anda pada Allah yang malah akan menambah kesalahan baru. Karena itu jauhi perilaku yang menyimpang dan mintalah suami Anda untuk berkonsultasi pada ulama yang ahli ilmu agama, bukan ahli ilmu perdukunannya.

Seperti disebut di muka, penyucian diri cukup dilakukan dengan (a) bertaubat/mohon ampun atas dosa-dosa yang pernah dilakukan; (b) shalat 5 waktu secara teratur; (c) shalat taubat dan shalat tahajud dan berusaha menjauhi dosa-dosa besar maupun dosa kecil.

Selain itu, kalau ekonomi kembali membaik jangan lupakan zakat harta kepada yang berhak dan sedekah untuk kalangan yang tidak mampu.

Jawaban pertanyaan ke-1: Apa yang harus Anda lakukan adalah ajak suami Anda membaca tulisan ini.


Anakku Ternyata Anak Laki-laki Lain

Posted: 07 Jun 2012 03:57 AM PDT

Anakku Ternyata Anak Laki-laki Lain

Saya baru tahu fakta bahwa sebelum menikah istri saya pernah berhubungan badan dengan laki laki lain dan hamil. Bagaimana status anaknya?

PERTANYAAN

maaf saya ingin berkonsultasi, saat ini saya sedang bingung sekali karena masalah saya. saya sudah menikah hampir 2 tahun dengan wanita yang sangat saya cintai dan telah dikaruniai seorang anak berumur 1 tahun. baru baru ini saya tahu fakta bahwa sebelum menikah istri saya pernah berhubungan badan dengan laki laki lain. anak saya lahir 8 bulan setelah pernikahan, saya pikir tadinya prematur, namun pengakuan sang laki2 membuat saya gundah.

1. andai anak itu benar bukan anak saya namun anak laki-laki itu, apa yang harus saya lakukan? saya sudah sangat cinta dengan anak ini dan istri saya sendiri.
2. akankah saya harus menceraikannya?

mohon pencerahannya, saya sangat bingung dengan masalah ini. seandainya saya tahu sebelum menikah istri saya sudah hamil maka saya tidak akan menikahinya, namun saya tahu baru sekarang.

terima kasih, mohon balas ke email saya
wassalamualaikum
MH

JAWABAN

Anda berkata "..seandainya saya tahu sebelum menikah istri saya sudah hamil maka saya tidak akan menikahinya" ini kata-kata yang bagus yang menunjukkan bahwa Anda sebenarnya seorang laki-laki yang tegas dan memiliki prinsip. Walaupun agak disayangkan Anda kurang hati-hati saat memutuskan untuk menikahinya. Di era pergaulan bebas sekarang--di mana perzinahan itu sudah biasa terjadi-- diperlukan penelitian mendalam terhadap perempuan yang ingin kita jadikan calon istri. Tapi nasi sudah bubur, semoga Anda dapat mengatasi hal ini dengan baik.
Berikut jawaban dari sisi hukum syariah.

Jawaban pertanyaan ke-1: Menurut mayoritas ulama (jumhur), apabila istri Anda memang betul hamil saat menikah dengan Anda, maka status anak adalah anak zina atau umum disebut di Indonesia sebagai anak haram. Dan status anak zina adalah tidak punya wali. Kalau dia perempuan, yang menikahkan adalah wali hakim.

Namun, menurut madzhab Hanafi, anak yang dikandung dianggap mempunyai hubungan darah dan hukum yang sah dengan pria yang mengawini wanita tersebut. Lihat detailnya di sini.

Kalau memang Anda sangat mencintai keduanya, maka ikuti pendapat madzhab Hanafi tersebut yakni anak tersebut sah menjadi anak Anda secara hukum dan perwalian.

Jawaban pertanyaan ke-2: Tidak ada ketentuan syariah harus menceraikan istri yang ternyata tidak perawan. Silahkan teruskan rumah tangga Anda dengannya dan semoga istri Anda yang telah menyimpan rahasia perzinahannya betul-betul taubat nasuha dan tidak melakukannya lagi di lain waktu. Kewaspadaan perlu dilakukan.


Pacaran Melalui Facebook dan Ingin Menikah

Posted: 07 Jun 2012 03:12 AM PDT

Pacaran Melalui Facebook

Bagaimana hukumnya saya jadian atau pacaran lewat facebook tetapi kami sekarang sudah bertekad untuk tidak pacaran tetapi sama-sama berta'aruf untuk menjalani pernikahan nantinya walaupun jodoh itu ditangan Alloh SWT
PERTANYAAN
Assalamu'alaikum wr wb ustadz......

Semoga Alloh SWT selalu memberikan rahmat kepada Pak ustadz.
Mohon maaf sebelumnya Pak ustadz apabila pertanyaan saya ini mengganggu dan menyita waktu pak ustadz.
Saya seorang laki-laki berumur 27 tahun dan skrg sudah bekerja di instansi pemerintah.

Saya punya kenalan perempuan Pak ustadz yg kebetulan kenal di facebook. Beberapa lama kenalan dan ngobrol2 via facebook akhirnya saya mulai tertarik sama dia. Akhirnya kami jadianlah via facebook Pak ustadz dan sesekali kali chatingan via skype (video call) yg memungkinkan kita ngobrol sambil melihat satu sama lain. Ketertarikan saya sama dia itu karena kejujurannya Pak ustadz. Dia juga memakai jilbab, baik, penurut, dan juga mudah dikasih pengertian. Walaupun saya belum sempurna imannya tapi setiap saya mengajak dia untuk berbuat kebaikan atau bertaubat, alhamdulillah diberi kemudahan dan dia juga mau melaksanakannya.

Dia dulu cerita bahwa dia sudah tunangan dengan seseorang dalam jangka waktu 1 tahun baru boleh nikah sama Bapaknya si cewek ini. Ditengah masa tunangan itu dia pernah beberapa kali melakukan hubungan suami istri karena si cewek ini yakin akan dinikahinya. setelah itu si cowok tunangannya ini ketahuanlah sekali selingkuh dengan cewek lain dan mulai ga suka ma kenalan saya ini pak ustadz dan dia berusaha untuk menjauhinya dengan cara membawa ceweknya dihadapan kenalan saya ini dan selingkuh terang-terangan Pak ustadz. Kadang juga dapat perlakukan kasar dari cowoknya tersebut pak ustadz. Karena dah terlanjur sudah tidak perawan kenalan saya ini ga mau pisah sama dia dan juga minta pertanggung jawabannya. Kenalan saya ini Cuma melakukan hubungan suami istri tersebut hanya sama tunangannya tersebut. Hari-harinya murung saja pak ustadz dan ga ada keceriaan. Sejak kenalan sama saya dia mulai ceria. Sebenarnya dialah yang terlebih dahulu menyukai saya. Keluarga mereka berdua sudah pada tau masalah mereka tersebut tapi juga ga ada penyelesaiannya. Sekarang pertunangan mereka tersebut sudah putus.

Yang ingin saya tanyakan Pak Ustadz adalah
1. Bagaimana hukumnya saya jadian atau pacaran lewat facebook tetapi kami sekarang sudah bertekad untuk tidak pacaran tetapi sama-sama berta'aruf untuk menjalani pernikahan nantinya walaupun jodoh itu ditangan Alloh SWT.
2. Bagaimana hukumnya jika nanti saya menikahi wanita yg belum menikah tapi sudah tidak perawan?
3. Masih bisakah seandainya kami menikah nanti diterima amal perbuatan kami dan terhindar dari siksaan api neraka walaupun kami sudah bertaubat Pak Ustadz?
4. Bagaimana saran atau pendapat Pak Ustadz tentang perasaan saya ini " Jika saya nikahi dia sudah tidak perawan tapi jika saya putuskan dia menurut kata hati saya dia itu orangnya juga taat beragama, baik, mudah dikasih pengertian dan juga ga pernah dengan nada tinggi berbicara sama saya pokoknya "wanita sholehah" menurut saya walaupun dia pernah berbuat zina. Saya memilih dia itu karena agama Pak Ustadz.

Terima kasih sebelumnya atas waktu dan kesempatan Pak ustadz untuk bisa membalas pesan dari masalah yang saya alami ini. Semoga Alloh SWT selalu meridhoi dan membalas kebaikan Pak Ustadz.

Wassalamu'alaikum wr. wb.
AF

JAWABAN

Ada satu hal yang perlu dicatat bahwa hubungan intim di luar pernikahan yang sah disebut zina. Baik itu dilakukan dengan calon tunangan atau orang lain. Dan perbuatan zina hukumnya dosa besar. Pelakunya disebut laki-laki fasiq dan perempuan fasiqah yaitu orang yang melakukan dosa besar.

Jawaban pertanyaan ke-1: Berhubungan lewat Facebook sama dengan komunikasi via telpon adalah sebagai berikut:

a. Boleh. Apabila isi percakapan masih dalam batas-batas kepatutan dan kebaikan (al-qaul al-ma'ruf). Kata-kata yang baik dari laki-laki atau perempuan itu tidak dilarang secara syariah (QS Al-Ahzab 33:32) kecuali kalau dikuatirkan menimbulkan fitnah.

b. Haram. Apabila isi percakapan mengarah pada sesuatu yang mengundang syahwat (al-khudhu' bil qaul). Seperti kata-kata romantis, rayuan, dlsb. Lihat detailnya di sini.

Jawaban pertanyaan ke-2: Tidak apa-apa walaupun tidak ideal. Idealnya, seorang perjaka menikah dengan gadis yang masih perawan karena hal itu akan mengurangi potensi masalah saat sudah berumah tangga. Hukum detailnya lihat di sini.

Jawaban pertanyaan ke-3: Asal bertaubat dengan taubat nasuha insyaAllah diampuni dosa-dosa Anda dan dia.

Jawaban pertanyaan ke-4: Wanita yang sudah pernah berzina dengan sukarela bukanlah wanita sholihah. Sebagian ulama malah melarang laki-laki menikahi wanita pezina. Namun, kalau Anda sudah mencintainya, silahkan diteruskan dengan menanggung segala konsekuensinya.

Perlu diingat, bahwa sikap baik wanita itu selama ini belum menjamin dia akan begitu seterusnya setelah berumah tangga. Dia mencintai Anda dan itu senjata yang kuat untuk membuatnya bersikap baik apalagi hubungan Anda berdua selama ini hanya melalui dunia maya. Sebaiknya, Anda tanya pada teman-teman dekatnya di dunia nyata tentang kepribadiannya agar Anda tidak menyesal di kemudian hari.

Namun, kalau Anda belum terlalu mencintainya, saya sarankan carilah wanita solihah sejati di dunia nyata yang Anda kenal atau kalau sulit minta tolong pada orang tua atau teman-teman Anda untuk mencarikan buat Anda. Setelah itu, buatlah ta'aruf. Idealnya, wanita salihah yang berlatarbelakang pesantren akan sangat baik.

Berikutnya >> Panduan Perkawinan Lengkap


Menentukan Jodoh Lewat Istikharah

Posted: 07 Jun 2012 02:43 AM PDT


Menentukan Jodoh Lewat Istikharah

Apakah hasil dari shalat istikharah bisa berubah kalau calon jodoh saya berubah pikiran?

PERTANYAAN

saya sudah istikharah masalah jodoh. setelah beberapa kali sholat, dari mimpi-mimpi saya belum ada hasil yang pasti nmun hati saya sudah mantap dan yakin.

1. sy ingin tau sebenarxya hsl istikharah yang di anggap baik dan cocok bagaimana?
2. apakah hasil dari istikhrah bisa berubah kalau dia berubah?

JAWABAN

Hal yang diingat seputar shalat istikharah adalah ia dilakukan saat seseorang berada dalam dilema memilih 2 (dua) hal atau lebih yang sama-sama baik menurut syariah. Dalam soal jodoh, apabila Anda memiliki pilihan 2 atau lebih laki-laki yang melamar Anda dan mereka sama-sama orang yang salih, maka istikharah patut dilakukan. Kalau jodoh itu cuma satu, dan dia sudah memenuhi syarat menurut agama, maka sebenarnya tidak perlu diistikharahkan.

Shalat istikharah dilakukan bukan untuk meminta petunjuk ghaib lewat mimpi. Ini praktik salah kaprah yang sering terjadi. Shalat istikharah dilakukan untuk mendapat ketetapan hati. Dan menurut Rasulullah, ketetapan hati itu dapat dicapai setelah melaksanakan shalat.

Jawaban pertanyaan ke-1: Istikharah yang baik adalah adanya ketetapan hati untuk menentukan pilihan setelah melaksanakan shalat istikharah.

Jawaban pertanyaan ke-2: Jangan membayangkan shalat istikharah seperti mendapat petunjuk ghaib yang datang lewat mimpi. Sekali lagi, shalat istikharah adalah ketetapan atau kemantapan hati untuk menentukan pilihan setelah shalat dilakukan. Adapun soal detail tentang kepribadian calon jodoh, silahkan meminta seseorang atau beberapa orang untuk menyelidikinya.

Jadi, menentukan jodoh hendaknya dilakukan melalui kenyataan yang rasional tentang calon jodoh Anda seperti apakah dia taat pada agamanya, baik pada orang tuanya, dan baik menurut orang-orang di sekitarnya, dll.
Dan bahwa istikharah tidak harus dilakukan. Ia bukan penentu utama. Kalau Anda menemukan jodoh yang cocok menurut kriteria syariah, lebih Anda terima walaupun seandainya mimpi istikharah Anda mengatakan lain.

Berikutnya >> Panduan lengkap tentang shalat istikharah, lihat di sini.






0 komentar:

Poskan Komentar