Selasa, 05 Juni 2012

Nasib Istri Simpanan

Nasib Istri Simpanan


Nasib Istri Simpanan

Posted: 04 Jun 2012 10:28 PM PDT

Nasib Istri Simpanan

Apa yang harus saya lakukan pak ustad, mengingat saya merasa seperti istri simpanan, orangtuanya tidak mau mengenal saya
PERTANYAAN
assalamu'alaikum wr wb

Ustad saya mau tanya,dulu sebelum saya menikah dengan suami saya,saya mengetahui kalo dia mempunyai istri,namun dia berkata istrinya sudah diceraikan dan sudah dikembalikan kepada orang tua istrinya,,,,,

Namun pada suatu hari saya minta kepastian akan hal itu,dan suami saya menelpon istrinya itu dan berkata "kamu sudah saya ceraikan" dan disaat saya minta "surat cerai sepotong" suami saya bilang istrinya tidak boleh menandatangani surat tersebut oleh Ibu dari suami saya.....,bahkan pada saat ini istrinya masih tinggal dirumah suami saya bersama anaknya,,,,,sedangkan saya dan suami saya memilih mengontrak,,,,Namun suami saya sering pergi dari rumah tanpa izin atau tanpa pesan pada saya,buku nikah kami,baju,dan lain2 pun dibawa,,,,belakangan saya ketahui suami saya sering menemui anak dan istrinya tersebut,,,,,

pertanyaan saya adalah :

1.apakah istrinya itu masih sah sebagai istri?
2.jika memang sudah tidak sah,masih bolehkah mantan istri tinggal dirumah suami saya?
3.Berdosakah saya melarang suami saya kesana karena saya takut suami saya akan melakukan hal intim terhadap istrinya itu,,,,,
4.apa yang harus saya lakukan pak ustad,mengingat saya merasa seperti istri simpanan, orangtuanya tidak mau mengenal saya,dan suami sya pun tidak mau membawa saya kesana ataupun mengurus surat cerai secara negara terhadap istrinya yang dulu,,,,,

saya bingung pak ustad,saya mohon bantuan dari pak ustad,karena saya sudah gak sanggup lagi tersiksa seperti ini,,,,,
demi Allah saya butuh bantuan anda,,,
terima kasih
lidya

JAWABAN

Jawaban pertanyaan ke-1: Saat suami mengatakan "Cerai" pada istri pertama, maka secara syariah sudah bercerai. Secara negara belum cerai sampai dinyatakan talak oleh Pengadilan Agama. Namun, dalam masa iddah (masa tunggu) suami dapat kembali atau rujuk pada istrinya yang dicerai tanpa perlu nikah baru. Lihat detailnya di sini.. Jadi, bisa saja suami Anda rujuk kembali dengan istri pertama tanpa Anda ketahui.

Jawaban pertanyaan ke-2: Walaupun seandainya sudah cerai, mantan istri boleh saja tinggal di rumah mantan suami kalau memang mantan suami mengijinkan. Di samping itu, anak yang belum dewasa berhak mendapat nafkah dari bapaknya.

Jawaban pertanyaan ke-3: Lihat-lihat dulu status "mantan istri" itu. Kalau masih status suami-istri, Anda tidak berhak menghalangi sumai Anda. Terimalah kenyataan bahwa suami Anda poligami. Itu lebih baik.

Jawaban pertanyaan ke-4: Semestinya itu resiko yang Anda ketahui sejak awal. Dan karena itu harus Anda tanggung. Namun kalau Anda tidak puas dengan keadaan ini, pilihannya hanya satu: Anda minta cerai.

Namun cara terbaik adalah jalan kompromi. Yaitu, Anda tetap membolehkan suami Anda memiliki ikatan suami istri dengan istri pertama asal status Anda sebagai istri kedua lebih diperjelas. Kalau perlu, Anda berdamai dengan istri pertama dan bersikap dengan baik-baik pada mertua Anda.

Anda juga perlu memahami psikologi suami Anda: bahwa seorang laki-laki tidak suka terlalu diatur. Semakin Anda mengatur suami untuk tidak berhubungan dengan istri pertama dan anaknya, maka semakin tipis rasa sayangnya pada Anda dan semakin bersemi kembali cintanya pada istri pertamanya.


Ingin Bunuh Diri Karena Musibah

Posted: 04 Jun 2012 09:36 PM PDT

Ingin Bunuh Diri Karena Musibah

Dapat musibah finansial. Ingin bunuh diri karena sudah tidak kuat lagi. Apa yang saya lakukan?

PERTANYAAN
ass.pak ustad..

pak ustad tolong tanyakan ke pada allah,apa tujuannya menciptakan manusia..apa karna dia mau menunjukkan kekuatan nya..dan kekuasaan nya,slama 2th semua yg saya kerjakan gagal..anak istri saya mau makan..sy sudah tidak kuat..kalo memang dia mau menunjuk kan kekuatan nya,tolong ambil nyawa kami,km sudah tidak kuat..apa ini tujuan nya..untuk menyiksa kita,karna semakin saya hidup, semakin banyak dosa,tolong ambil nyawa kami..iklas

ya allah tolong ambil nyawa kami,karna semakin aku hidup, aku semakin goyah keimanan ku..dan semakin pudar kepercayaan ku..dari pada semakin menumpuk dosaku..ambil lah nyawaku..aq tau engkau maha kuasa..maha bisa..aku tidak tau lagi gimana aq harus berbuat..tolong ambil nyawa ku,walau agama ku sisa se ujung kuku,dr pada sampai batas aq tidak mempunyai keyakinan kepadamu.

kenapa y allah,knapa engkau ciptakan aq..aq m0hon ya allah ambillah nyawa q,apa harus aq mengakhiri hidup ku.dgn cara ku..

Usaha sy bangkrut.uang sy di kabur kan orang,uang batu bara ny, sekarang untuk makan pun sangat susah..semuanya habis.termasuk rumah sudah sy jual,aq bingung..selama 1th sy tidak bisa menaikkan uang,tiap usaha hancur..tolong lah nafkahi km untuk bulan ini.jika msh ada kehidupan untuk km,jika tidak,mohon ya allah ambil lah nyawa km ber 4.amien

JAWABAN

Pertama-tama, kami ikut merasa prihatin atas musibah finansial yang menimpa Anda yang tentunya berdampak pada kehidupan keluarga Anda juga. Satu hal yang perlu Anda ingat bahwa musibah datang dan pergi. Dan musibah dapat menimpa siapa saja: orang baik, orang jahat, orang beriman orang kafir, siapa saja.

Apa yang terpenting saat menghadapi musibah adalah bagaimana cara kita menyikapinya. Dalam hal ini ada 2 (dua) pilihan sikap.

Pertama, sedih saat mendapat musibah. Namun, pada saat yang sama menyadari bahwa bersedih berlama-lama bukanlah jalan terbaik karena kehidupan terus berjalan dan harus terus berjalan. Menyadari hal itu, jalan terbaik adalah berusaha bangkit dari keterpurukan dan berusaha kembali sedapat mungkin. Kalau perlu mulai dari nol. Dan musibah akan diambil hikmahnya sebagai pembelajaran yang berarti.

Pada saat tertimpa musibah, perbanyak silaturrahmi melakukan kunjungan pada orang-orang yang bernasib serupa. Atau memperbanyak membaca kisah orang-orang yang dapat bangkit dari keterpurukan dan kembali sukses luar biasa.

Kedua, bersedih dan terus menyesali apa yang terjadi. Cara ini tidak akan menyelesaikan masalah. Justru menambah parah persoalan. Dan ini dapat berakibat seseorang kehilangan kepercayaan diri pada Allah dan kehidupan sehingga ingin mengakhiri hidup.

Pilihan ada di tangan Anda. Mau memilih cara pertama atau cara kedua dalam menyikapi musibah yang menimpa.

KEBERUNTUNGAN DAN MUSIBAH ADALAH UJIAN

Dalam QS Al-Anbiya' 21:35 Allah berfirman: ونبلوكم بالشر والخير فتنة
Artinya: Kami akan menguji kamu dengan keburukan dan kebaikan sebagai cobaan (yang sebenar-benarnya).

Muhammad bin Jarir At Tabari dalam Tafsir At-Tabari menjelaskan ayat di atas demikian:

ونختبركم أيها الناس بالشر وهو الشدة نبتليكم بها ، وبالخير وهو الرخاء والسعة العافية فنفتنكم به

قال ابن عباس قوله ( ونبلوكم بالشر والخير فتنة ) قال : بالرخاء والشدة ، وكلاهما بلاء

حدثنا سعيد عن قتادة قوله ( ونبلوكم بالشر والخير فتنة ) يقول : نبلوكم بالشر بلاء ، والخير فتنة

قال ابن زيد في قوله ( ونبلوكم بالشر والخير فتنة وإلينا ترجعون ) قال : نبلوهم بما يحبون وبما يكرهون ، نختبرهم بذلك لننظر كيف شكرهم فيما يحبون ، وكيف صبرهم فيما يكرهون

Artinya: Kami (Allah) akan mengujimu wahai manusia dengan keburukan yaitu kesulitan yang kami timpakan padamu. Dan (mengujimu) dengan kebaikan yaitu kekayaan, banyak rejeki dan kesehatan maka kami mengujimu dengannya.

Ibnu Abbas berkata: kekayaan dan kemiskinan adalah sama-sama musibah.

Said dari Qatadah Nabi berkata: Diuji dengan keburukan adalah musibah sedang dengan kebaikan adalah fitnah (ujian).

Ibnu Zaid mengatakan makna ayat di atas adalah: Kami mengujimu dengan sesuatu yang kamu senangi dan yang kamu benci. Kami menguji untuk melihat bagaimana bentuk syukur kalian atas apa yang kalian sukai dan bagaimana kesabaran kalian atas apa yang kalian benci.

Jadi, poin penting dari perkataan Ibnu Zaid adalah kehidupan kita akan bermakna apabila kita dapat bersyukur saat banyak rejeki dan dapat bersabar saat miskin.


BUNUH DIRI BUKAN SOLUSI

Bunuh diri bukanlah solusi untuk lari dari kesulitan. Itu hanya dilakukan oleh orang yang takut menghadapi masalah di dunia dengan harapan tidak ada lagi masalah di akhirat. Padahal Allah menjelaskan pada kita bahwa akan menjalani hidup 2 kali: di dunia dan di akhirat. Di samping itu, bunuh diri adalah termasuk dosa besar dalam Islam.

KESIMPULAN DAN SARAN

1. Sabar atas musibah finansial yang menimpa dengan cara berfikir positif bahwa Allah sedang menguji Anda untuk mendapatkan yang lebih baik lagi.

2. Cepatlah bangkit dengan bekerja apa saja yang halal. Mulai dari nol kalau perlu.

3. Jangan berfikir untuk bunuh diri. Karena kalau itu dilakukan, Anda adalah seorang pengecut yang memang tidak pantas memiliki harta yang anda tangisi hilangannya.


0 komentar:

Poskan Komentar